Punya banyak sepatu dan tas itu menyenangkan, tapi perawatannya bisa jadi PR besar.
Salah sedikit cara menyimpan, ujung-ujungnya muncul jamur putih, bau apek, atau kulit yang mulai mengelupas.
Masalah kayak gini sering muncul karena kelembapan tinggi, kurang ventilasi, atau disimpan tanpa dibersihkan dulu.
Padahal, dengan perawatan sederhana dan cara penyimpanan yang benar, kamu bisa bikin sepatu dan tas tetap awet, wangi, dan tampil kayak baru meski udah lama disimpan.
Berikut ini panduan lengkap dan trik praktis menyimpan sepatu dan tas biar gak berjamur dan bau.
1. Pastikan Sepatu dan Tas Bersih Sebelum Disimpan
Kesalahan paling umum adalah nyimpen sepatu atau tas dalam keadaan masih kotor.
Kotoran, debu, atau sisa keringat bisa jadi “makanan” buat jamur dan bakteri.
Langkah wajib sebelum disimpan:
- Lap sepatu dan tas dengan kain lembap untuk hilangkan debu dan noda.
- Kalau berbahan kulit, gunakan cleaner khusus kulit supaya tetap lembut.
- Untuk sepatu kain, pastikan bagian dalam dan solnya kering total.
- Jangan lupa angin-anginkan 1–2 jam di tempat teduh sebelum masuk lemari.
Pro tip: Gunakan tisu basah tanpa alkohol buat pembersihan cepat pada tas atau sepatu berbahan sintetis.
2. Keringkan dengan Benar Sebelum Disimpan
Sepatu atau tas yang disimpan dalam kondisi lembap = undangan terbuka buat jamur.
Trik biar kering sempurna:
- Setelah dipakai, angin-anginkan di ruangan ber-AC atau berangin selama beberapa jam.
- Jangan jemur langsung di bawah matahari, karena bisa merusak warna dan tekstur kulit.
- Untuk bagian dalam sepatu, masukkan koran atau silica gel agar menyerap kelembapan.
Ciri belum kering sempurna:
- Bagian dalam sepatu terasa lembap saat disentuh.
- Ada bau apek tipis walau baru dibersihkan.
3. Gunakan Silica Gel atau Penyerap Kelembapan
Ini wajib banget buat kamu yang tinggal di area lembap atau kamar tanpa ventilasi.
Silica gel bekerja menyerap udara lembap dan menjaga kondisi dalam rak tetap kering.
Kalau gak punya silica gel, kamu bisa pakai bahan alami lain sebagai alternatif.
Pilihan penyerap kelembapan alami:
- Kopi bubuk kering: taruh dalam kain kecil atau kantong teh bekas.
- Arang aktif: ampuh banget serap bau sekaligus kelembapan.
- Baking soda: taburkan sedikit di wadah kecil, taruh di dalam rak.
Tips: Ganti isi silica gel atau bahan alami setiap 2–4 minggu sekali.
4. Simpan di Tempat yang Sejuk dan Berventilasi
Lemari tertutup rapat tanpa sirkulasi udara adalah lingkungan favorit jamur.
Biar koleksimu aman, pastikan tempat penyimpanan punya aliran udara cukup.
Tips penyimpanan aman:
- Jangan simpan di kamar mandi, dapur, atau area dekat jendela yang lembap.
- Gunakan lemari berlubang atau rak terbuka agar udara bisa keluar-masuk.
- Jika rak tertutup, buka pintunya minimal 2 kali seminggu supaya udara berganti.
5. Gunakan Dust Bag dan Shoe Bag yang Bernapas
Banyak orang pakai plastik untuk nyimpen tas atau sepatu, padahal itu salah besar.
Plastik justru menjebak kelembapan di dalamnya, bikin jamur cepat muncul.
Solusi:
Gunakan dust bag berbahan kain katun atau kanvas tipis biar tas bisa “bernapas.”
Untuk sepatu, simpan dalam shoe bag kain atau kotak berlubang.
Pro tip: Kalau dust bag-nya hilang, kamu bisa pakai sarung bantal bekas sebagai gantinya.
6. Bentuk Harus Dijaga — Jangan Dibiarkan Mengempis
Baik tas maupun sepatu bisa deformasi (mengubah bentuk) kalau disimpan asal tumpuk.
Bentuk yang berubah bikin tampilannya gak estetik lagi waktu dipakai.
Cara menjaga bentuk:
- Isi tas dengan kertas tisu atau bubble wrap.
- Gunakan shoe tree atau kertas koran di dalam sepatu supaya bentuknya tetap kokoh.
- Jangan pernah tumpuk tas satu sama lain — beri jarak antar tas sekitar 3–5 cm.
7. Pisahkan Sepatu dan Tas Berdasarkan Bahan
Setiap bahan punya sifat dan cara simpan yang beda.
Kalau disimpan bareng, bisa saling mempengaruhi — misal, tas kulit nyerap kelembapan dari sepatu kain lembap.
Panduan singkatnya:
- Tas kulit: simpan di dust bag kain, isi bagian dalamnya.
- Tas kanvas / sintetis: cukup dilap dan simpan dalam kondisi kering.
- Sepatu kulit: oleskan conditioner tipis-tipis sebelum disimpan.
- Sepatu kain: masukkan silica gel di dalamnya.
Jangan simpan: sepatu yang baru dicuci bareng tas kulit — beda kadar air bisa bikin jamur muncul.
8. Gunakan Pewangi atau Deodoran Khusus Tas dan Sepatu
Supaya gak cuma bebas jamur tapi juga bebas bau, tambahkan pewangi alami di tempat penyimpanan.
Pilihan pewangi alami:
- Kopi bubuk kering: menyerap bau gak sedap.
- Kantung lavender kering: bikin aroma lembut dan tahan lama.
- Irisan lemon kering atau kulit jeruk: segar dan anti apek.
Atau, gunakan:
- Spray antibakteri khusus sepatu dan tas.
- Deodoran bola (shoe deodorizer ball) yang bisa dimasukkan ke dalam sepatu.
9. Rutin Keluarkan Koleksi dari Lemari
Kalau kamu punya banyak tas dan sepatu, jangan biarkan disimpan terlalu lama tanpa dikeluarkan.
Setidaknya sebulan sekali, keluarkan dan angin-anginkan selama 1–2 jam.
Selain mencegah jamur, cara ini juga bikin bahan kulit tetap “bernapas” dan gak kaku.
Pro tip: Saat menjemur, hindari sinar matahari langsung. Cukup tempatkan di area teduh dengan udara mengalir.
10. Bersihkan Rak Penyimpanan Secara Berkala
Rak sepatu dan tas juga bisa jadi sumber jamur kalau jarang dibersihkan.
Cara membersihkan:
- Lap seluruh permukaan rak dengan kain lembap yang dicelup cuka + air (1:1).
- Keringkan rak sampai benar-benar kering.
- Taburkan sedikit baking soda di pojokan rak untuk cegah bau dan jamur.
Lakukan pembersihan ini minimal sebulan sekali.
11. Hindari Simpan di Plastik Vakum (Vacuum Bag)
Banyak orang pikir menyimpan tas atau sepatu di vacuum bag itu solusi hemat tempat.
Padahal, cara ini justru bikin kulit atau bahan sintetis cepat retak dan kering.
Vakum bag bagus buat baju musiman, tapi tidak disarankan untuk aksesori fashion seperti tas dan sepatu.
12. Gunakan Rak Bertingkat atau Organizer Transparan
Kalau kamu pengin lemari tetap rapi dan terorganisir, gunakan rak bertingkat atau kotak transparan.
Dengan begitu, kamu bisa lihat isi tanpa perlu bongkar semuanya — dan udara tetap mengalir di dalamnya.
Tips tambahan:
- Tempatkan silica gel kecil di tiap kotak.
- Jangan simpan lebih dari dua pasang sepatu di satu kotak.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyain)
1. Kenapa tas kulit bisa berjamur meski udah disimpan di lemari?
Karena lembapnya udara di dalam lemari gak bisa keluar. Gunakan silica gel atau buka lemari secara rutin.
2. Bolehkah semprot parfum ke dalam sepatu biar gak bau?
Jangan. Parfum mengandung alkohol yang bisa merusak bahan dalam sepatu. Gunakan deodoran khusus sepatu.
3. Apakah tas sintetis perlu perawatan khusus juga?
Iya. Walau gak semahal tas kulit, tas sintetis juga bisa mengelupas kalau disimpan di tempat panas dan lembap.
4. Apa tanda-tanda sepatu mulai berjamur?
Muncul bintik putih atau abu-abu halus, tekstur licin, dan bau apek yang sulit hilang.
5. Bagaimana cara cepat hilangkan jamur di tas atau sepatu?
Lap pakai campuran cuka + air (1:1) lalu keringkan di tempat teduh. Ulangi kalau jamur masih muncul.
6. Berapa kali sebaiknya koleksi tas dan sepatu dibersihkan?
Idealnya setiap kali habis dipakai dan pembersihan menyeluruh sebulan sekali.
Kesimpulan
Merawat koleksi sepatu dan tas gak sesulit yang kamu kira — kuncinya ada di cara menyimpan yang benar dan menjaga kelembapan.
Selalu pastikan semuanya bersih, kering, dan punya sirkulasi udara cukup.
Gunakan silica gel, dust bag kain, pewangi alami, dan rak berventilasi biar koleksimu tetap awet dan bebas jamur.
Dan jangan lupa, keluarkan dan angin-anginkan sepatu serta tas secara rutin supaya bahan tetap sehat dan wangi.

